NARKOBA DENGAN MUDAH MASUK BABEL
PANGKALPINANG,- Selain menjadi target pasar narkoba, Bangka Belitung ternyata juga dijadikan oleh para mafia narkoba internasional maupun antarpulau untuk tempat transit sebelum barang haram itu dikirim ke daerah lain terutama Jakarta. Lemahnya pengawasan di pintu-pintu masuk ke daerah kepulauan ini dimanfaatkan para penjahat untuk menyelundupkan narkoba ke dan melalui Babel. Bahkan Bandara Depati Amir pun bisa mereka tembus karena pelaratan X-Ray ternyata tak bisa mendeteksi narkoba. Alat tersebut hanya bisa mendeteksi barang-barang berbahaya bagi keselamatan penerbangan, seperti senjata tajam dan alat metal lainnya. “Kalau untuk mendeteksi handuk yang direndam dalam cairan bahan baku shabu-shabu maupun heroin, itu tidak terdeteksi. Namun yang bisa mendeteksi itu adalah hewan anjing,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Depat Amir Bangka T Said Ridwan, Senin (22/2). Mestinya, ujar Said, bila sudah ada indikasi Babel sebagai tempat transit narkoba, maka dari kepolisian hendaknya menyiapkan hewan yang dapat melacak berbagai jenis narkoba. “Seperti yang dilakukan di Medan, kepolisian khusus narkoba ada anjing khusus untuk mendeteksi narkoba yang ditempatkan di bandara di sana. Bila barang maupun paket yang masuk bagasi akan melalui X-ray, dan hewan tersebut akan menggonggong bila dari barang yang lewat X-ray ada narkobanya,” kata Said. Dengan tidak ada alat khusus untuk mendeteksi narkoba, Said tidak menampik kemungkinan narkoba bisa lolos melalui Bandara Depati Amir. Apalagi pengiriman bahan shabu-shabu dalam handuk yang sudah dikeringkan seperti diungkap Polrestro Jakarta Barat, Kamis (18/2) pekan lalu, maka tidak akan nampak dan tidak bisa tertangkap oleh rekaman alat X-Ray yang ada di bandara. Meski begitu, kata Said, security di bandara juga harus memiliki feeling yang kuat, jika melihat benda mencurigakan, misalnya berbentuk bubuk dalam bagasi penumpang atau barang paket, segera memeriksanya. Laut Lebih Rawan Selain lewat udara, pengiriman narkoba melalui pelayaran laut. Bahkan untuk jalur yang satu ini lebih rawan. Hal itu diungkapkan Ketua Badan Narkoba Provinsi (BNP) Babel Syamsuddin Basari yang juga wakil gubernur Babel. “Yang paling berpotensi dan banyak masuk narkoba itu bisa dari laut karena itu tidak terpantau sama sekali, kendatipun ada juga yang bisa masuk melalui pengiriman udara,” kata Syamsuddin , Senin (22/2). Apalagi kata Syamsuddin, bila masuk melalui pelabuhan besar seperti di Pangkalbalam, Sungaiselan, Belinyu dan Sadai yang pengamanannya kadang-kadang tidak begitu ketat. BNP kewalahan dan tidak akan sanggup menangani masalah narkoba di Babel, karena BNP tidak memiliki kewenangan untuk menangkap pelaku narkoba. Karena itu Syamsuddin mengimbau kepada pemerintah agar ada undang-undang baru yang membuat BNP dan BNK diberi kewenangan yang lebih luas, misalnya tindakan penangkapan. “Harus ada UU khusus, agar BNP berhak menangkap, menyelidik, menyidik. Kalau kita (BNP maupun BNK, red) saat hendak melakukan penangkapan dan mungkin saat diancam oleh mereka (para sindikat narkoba, red) sudah keder lebih dahulu,” katanya. Syamsuddin mengakui jaringan narkoba di Babel cukup kuat. Mereka merupakan satu sindikat terorganisir dan mengetahui strategi. “Kami Pemerintah Provinsi selalu mengimbau kepada masyarakat harus kehati-hatian karena sasaran jaringan narkoba merupakan usia yang masih labil anak-anak sekolah, mahasiswa dan orang dewasa yang memiliki jalan pintas,” katanya. Bagaimana dengan adanya slogan Provinsi Kepulauan Babel Bebas Narkoba Tahun 2015, menurut Syamsuddin itu merupakan keinginan sekaligus target Pemprov Babel. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Kepulauan Babel AKBP Djoko Purnomo juga mengatakan bahwa narkoba lebih mudah masuk ke Babel melalui jalur laut dan pelabuhan yang tidak resmi. Untuk mengantisipasi hal itu, Djoko meminta masyarakat melapor ke aparat keamanan bila menemukan aktivitas yang mencurigakan di kapal yang sedang sandar. Mengenai pengiriman paket melalui jasa pos, Djoko mengatakan ada sebagian paket tersebut dibuka oleh petugas untuk melihat isi barang di dalamnya. Ini untuk mengantisipasi kasus pengiriman paket shabu-shabu dalam kemasan permen yang diungkap Polres Bangka di kantor Pos Sungailiat, Kamis (18/2) lalu. “Tapi tidaku semua perusahaan jasa pengiriman yang peduli untuk membongkar barang yang akan dikirim,” ujar Djoko yang meminta perusahaan pengiriman termasuk ekspedisi agar lebih ketat lagi dengan mengecek barang yang akan dikirim. “Polisi tidak akan tahu kalau tidak diinformasikan bahwa barang yang dipaketkan itu berupa narkoba. Kalau kita mengorek dari pelaku, itu akan terputus, dan pelaku tidak akan mengaku,” tandas Djoko.
HUTAN LIMBUNG HANCUR
Kawasan hutan lindung di Desa Limbung Kecamatan Jebus, Bangka Barat porakporanda oleh aktifitas Tambag Inkonvensional. Alat berat membabat huan dan membongkar tanah untuk diambil pasir timahnya. AKtivitas alata berat di kawasan hutan itu tak tersentuh penegak hukum
“Memang benar hutan lindung di Kecamatan Jebus banyak hancur. Seperti di Desa Limbung. Hutan lindung dibuka untuk TI dengan alat berat,” ujar seorang warga Limbung.
Warga Limbung berharap ada tinakan tegas dari aparat penegak hukum terhadap aktifitas yang merusak hutan tersebut.
“PC janagn dibaiarkan. Hukum harus ditegakkan, tangkap saja PC yang bekerja di hutan lindung Limbu. Kami kecewa jika dibiarkan,” ujar warga trsebut.
Kawasan Hutan di Bangka Tengah Terancam Habis
KOBA,– Kawasan hutan primer di Bangka Tengah terancam habis. Hingga saat ini populasinya tinggal 40 persen dari 121 ribu hektare hutan yang masih produktif. Illegal logging, illegal mining serta alih fungsi dari hutan produktif menjadi perkebunan ataupun perkampungan penduduk merupakan penyebab hutan di daerah ini terancam kelestariannya. Dari luas Bangka Tengah sekitar 215.577 hektare, saat ini hutannya tinggal 56,43 persen saja atau sekitar 121.650 hektare. Dari luas hutan tersebut, kini hanya 40 persennya atau sekitar 40.660 hektare saja yang merupakan kawasan hutan primer, sedangkan selebihnya 72.990 hektare merupakan hutan sekunder atau hutan konservasi. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Kehutanan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bangka Tengah Ali Imron, Senin (8/2). Menurutnya, terus berkurangnya jumlah hutan produktif dalam hal ini hutan primer di Bangka Tengah lantaran disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya Kabupaten Bangka Tengah yang dalam keadaan pemekaran banyak dilakukan perambahan. Selain itu illegal logging, illegal mining, serta perkebunan merupakan penyebab utama penyusutan populasi hutan di daerah ini. “Namun yang menjadi persoalan adalah hutan primer yang tinggal 40 persen itu dari keseluruhan hutan kita,” kata Ali. Ali menjelaskan, secara vegetasi berkurangnya hutan primer sangat berpengaruh terhadap iklim secara tidak langsung. Terlebih lagi bila dikaitkan dengan pemanasan global, menurut Ali, berkurangnya hutan primer yang merupakan sumber dari sirkulasi karbon dioksida sangatlah besar pengaruhnya walaupun hanya di Bangka Tengah saja. Menurut Ali, penyusutan hutan di Bangka Tengah sudah terjadi sekitar tahun 90-an, saat itu aktivitas tambang sedang marak-maraknya di Pulau Bangka. Terlebih ketika masyarakat diperbolehkan melakukan penambangan secara bebas. Selain itu, lanjutnya, salah satu penyebab hutan Bangka Tengah terancam habis, yakni kemarau panjang yang menyebabkan kebakaran hutan. Lebih lanjut ia menjelaskan, kawasan hutan primer di Bangka Tengah kini tinggal tiga, yakni hutan primer Lubuk Besar, hutan produksi Sembilang dan hutan primer Pantai Sembilang. Ketiga hutan itu juga saat ini terancam karena di kawasan tersebut sudah banyak pemukiman penduduk yang terus bertambah setiap tahunnya. Ali menuturkan, yang menjadi persoalan adalah bagaimana nasib hutan di Bangka Tengah kedepan karena kawasan hutan di daerah ini termasuk daerah potensial tindak pidana illegal logging dan illegal mining. Kedua kegiatan tersebut sangat rentan dampaknya terhadap kelangsungan populasi hutan. Untuk mengurangi laju kerusakan hutan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Bangka Tengah melakukan beberapa langkah baik bersifat persuasif maupun peringatan secara tertulis di lokasi-lokasi hutan. “Kita lakukan langkah persuasif kepada masyarakat khususnya masyarakat di daerah hutan produktif dalam hal ini kawasan hutan primer agar menjaga dan melestarikan hutan. Itulah yang menjadi harapan kita semua agar hutan bisa tetap lestari,” imbuhnya. Tambang Rakyat Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Bangka Tengah Ruslan Jaya saat dikonfirmasi harian ini, Selasa (9/2), mengungkapkan, perambahan hutan di Bangka Tengah oleh tambang ilegal milik rakyat menjadi persoalan tersendiri. Menurutnya, saat ini 35 persen wilayah Bangka Tengah merupakan wilayah ekplorasi pertambangan baik itu legal ataupun ilegal. “Tentu saja yang menjadi persoalan adalah tambang yang ilegal, tambang yang legal mempunyai kewajiban melakukan konservasi hutan di daerah tambangnya apabila sudah selesai di eksplorasi. Namun untuk yang ilegal tentu saja hal tersebut yang menjadi masalah,” jelas Ruslan. Semestinya, kata Ruslan, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang pertambangan harus ada revisi dan pemerintah harus mengeluarkan PP untuk lebih memperjelas isi dari Undang-Undang Minerba sehingga nantinya sanksi atau kebijakannya dapat lebih jelas. Terpisah Kapolres Bangka Tengah AKBP Asep Ahdiatna mengungkapkan, pihaknya terus mengembangkan dan melakukan penyelidikan terhadap aktivitas illegal logging di Bangka Tengah. Menurutnya, sejak 2006 hingga saat ini, baru 10 kasus yang bisa ditangani. “Kegiatan atau aktivitas pelanggaran hukum terkait pembabatan hutan secara liar seperti illegal logging ataupun penambangan liar saat ini pihak kepolisian khususnya dari Bangka Tengah terkendala sulitnya di jangkau daerah-daerah potensial kegiatan perambahan hutan tersebut,” kata Asep. Ia menambahkan, Polres Bangka Tengah merupakan mitra pemerintah dalam melakukan kontrol atau sosialitator serta penegakan undang-undang kepada masyarakat. Sehingga kepolisian wajib melakukan penertiban maupun menindak para pelaku perambah hutan secara liar sesuai dengan undang-undang yang berlaku. “Kita mengimbau masyarakat bisa menjalankan aktivitas dalam berbagai bidang, misalnya pertanian, perdagangan termasuk pertambangan serta perkebunan tetapi harus sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada. Harus mengantogi izinnya, itu yang paling penting,” harapnya.
BAKAL JADI AGENDA TETAP RIBUAN WARGA PESTA DURIAN
Rencana semula, makan durian dilakukan bersama Bupati Bangka Tengah, H Abu Hanifah.
Bupati Bangka Tengah, H Abu Hanifah juga menginginkan Bangka Tengah menjadi sentra buah-buahan di Babel. Untuk mendukungnya, Pemkab Bangka Tengah memberikan bantuan bibit rambutan, duku dan mangga. Saat ini Pemkab setempat juga sedang mempersiapkan pembibitan 10 ribu batang sukun.
AKHIRNYA MEMPUNYAI STASIUN PENGINDERAAN JARAK JAUH UNTUK MENGAMANKAN LAUT KITA TERCINTA
PANGKALPINANG, BANGKA POS – Pemerintah Bangka Belitung melalui
Forum Koordinasi Keamanan Laut Babel akhirnya resmi memiliki
stasiun penginderaan jarak jauh. Acara peresmian alat Radar Ground
Station tersebut berlangsung dihalaman kantor Forum Koordinator
Keamanan Laut Air Itam Pangkalpinang, Jumat (22/1).
Kalakhar Bakorkamla Pusat, Laksamana Madya Budi Harjo dalam
sambutannya mengatakan alat tersebut dapat melacak semua benda
khususnya kapal yang melintasi di perairan Bangka Belitung ini
dengan menggunakan Automatic Identificated System (AIS).
Dalam menjalankan tugas, jelas Budi pihaknya bekerjasama dengan
sekitar 12 stakeholder yang nantinya akan secara bersama-sama dalam
mewujudkan pertahanan dan keamanan laut.
“Nah, alat inilah nantinya yang akan membantu dalam memberikan
informasi awal sehingga kami dan instansi yang bekerja
sama, bisa menjalankan tugas dalam menjaga pertahanan dan kemanan
laut,” jelasnya.
Sementara, wakil Gubernur Babel Syamsuddin Basari menjelaskan jika
perairan Bangka Belitung merupakan jalur pelayaran Internasional
yang banyak dilalui oleh kapal-kapal dari penjuru
dunia. Oleh karena itu wagub sangat mendukung keberadaan alat
tersebut yang diharapkan bisa menciptakan ketentraman bagi para
pengguna jasa laut khususnya di wilayah Provinsi
Bangka Belitung.
“Kepada semua intansi terkait agar dapat bersama-sama menjaga
keutuhan perairan laut Provinsi yang kita cintai ini,” tandasnya.
Hadir Kapolda Babel Brigjen Anton Setiadi, Ketua DPRD Babel
Ismiryadi berserta jajaran Muspida Provinsi Babel.
DANA HIBAH DAN BUMD JADI SOROTAN DEMO HARI INI
PANGKALPINANG, BANGKA POS — Koalisi Parlemen Rakyat Menggugat
(KPRM) hari ini, Senin (25/1) akan menggelar unjuk rasa damai di
kantor gubernur, DPRD dan Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Babel.
Aksi damai sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari unsur masyarakat umum, lembaga
swadaya masyarakat (LSM) dan mahasiswa ini kurang lebih berjumlah
ratusan orang.
Koordinator aksi, Ryan kepada Bangka Pos Group, Jumat (22/1)
menyatakan akan mengangkat beberapa permasalahan yang sedang
terjadi terhadap sistem yang dijalankan oleh pemerintahan provinsi
Babel termasuk permasalahan yang sedang terjadi di sejumlah daerah
di Babel.Salah satunya mengenai penggelontoran dana hibah tahun
anggaran 2009 yang dinilai dalam realisasinya justru terkesan tidak berorientasi kepada kepentingan masyarakat.
Pertambangan Sumbang Rp 60,2 M. Apa pendapat anda?
PANGKALPINANG, BANGKA POS — Sektor pertambangan memberikan kontribusi yang besar bagi Provinsi Babel. Pada Tahun 2009 pemasukan dari sektor ini mencapai Rp 60,2 miliar atau 91,83 persen dari target sebesar Rp 65,56 miliar.
Sumbangan terbesar dari royalti atau iuran ekploitasi penambangan timah Rp 52,13 miliar melebihi target Rp 43,4 miliar atau 120,9. Menyusul kemudian dari bagi hasil SDA (sumber daya alam) Migas Rp 6,07 miliar meski tidak memenuhi target Rp 12 miliar atau 50,62 persen.
Kepala PPKAD Pemprov Babel, Iskandar Zulkarnain menyatakan hal tersebut kepada Bangka Pos Group, Kamis (21/1) sore di ruang kerjanya.
Iskandar menjelaskan, sumbangan sektor pertambangan ada tiga macam, dua macam dari timah yaitu iuran tetap dan iuran eksploitasi atau royalti, yang ketiga bagi hasil sumber daya alam migas.
“Secara keseluruhan kita menganggarkan Rp 65.561.570.000 dan sampai akhir Desember 2009 tercapai Rp 60.202.876.906 atau 91,83 persen, pada bulan Desember masuknya 2,493 miliar,” jelas Iskandar.
Menurutnya, target penerimaan dari iuran tetap Rp 10,2 miliar dan terealisasi Rp 1,9 miliar atau hanya 19,65 persen. Sedangkan royalti dari target Rp 43,4 miliar yang tercapai Rp 52,13 miliar atau 120,09 persen. Adapun bagi hasil sumber daya migas dari target 12 miliar realisasinya Rp 6,07 miliar atau 50,62 persen.
“Jadi yang sangat jauh dari target adalah iuran tetap, Rp 1,993 miliar dari target 10,14 miliar. Sedangkan royalti yang didapat dari volume harga jual melebihi target, sesuai yang kita estimasikan,” katanya.
Lebih lanjut Iskandar mengatakan, untuk tahun 2010 pihaknya berharap pendapatan dari sektor ini sesuai target. Untuk iuran tetap awalnya ditargetkan Rp 2,7 miliar namun kemudian direvisi menjadi Rp 1.999.431.100 naik sedikit dari penerimaan tahun 2009 Rp 1.993.832.970.
Adapun royalti awalnya ditargetkan Rp 85,5 miliar, namun kemudian direvisi karena dianggap terlalu optimis menjadi Rp 36,6 miliar atau turun dari penerimaan sebelumnya Rp 52.134.276.015. Adapun untuk bagi Hasil SDA Migas ditargetkan Rp 4.454.025.063,57 turun dari realisasi tahun lalu.
Mengenai perubahan target royalti, menurut Iskandar karena sebelumnya pihaknya terlalu optimis, sebab realisasi tahun 2009 Rp 52,1 miliar.
“Ini mungkin akan kita revisi, karena untuk royalti ini kita terlalu berani. Aturannya, dalam penerimaan disebutkan apabila data belum ada maka penyusunan target memperhatikan realisasi dua tahun sebelumnya, makanya kita naik. Padahal setelah kami perhatikan, paling cuma Rp 36,6 miliar nantinya yang bisa kita dapatkan. Untuk itulah perlu direvisi,” jelasnya.
POTRET DUNIA PENDIDIKAN YANG TIDAK MERATA
SIMPANGTERITIP, BANGKA POS – Sangat memprihatinkan! Bangunan sekolah dasar filial di Dusun Rimba Kendung Desa Peradong Kecamatan Simpangteritip, Bangka Barat, mirip gubuk. Kondisinya tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar.
Tragisnya lagi, sekolah ini berdiri di tengah kebun. Letaknya terisolir dari keramaian, sekitar enam kilometer dari jalan desa. Jarak sekolah filial dengan pusat pemerintahan Simpangteritip cukup jauh. Untuk mencapai sekolah ini, para murid harus menempuh jalan setapak yang kondisinya juga jelek.
SD filial ini masih menginduk ke SDN 26 Simpangteritip. Ada puluhan murid yang menimba ilmu di sekolah ini. Ruangannya terdiri dari dua kelas.
“Untuk sementara belum terima kelas satu, mungkin tahun ini ada penerimaan untuk kelas satu. Pihak sekolah beberapa tahun lalu juga sudah mengusulkan agar sekolah filial ini dibangun. Sejak awal masyarakat juga menghendaki fisik sekolah bisa dibangun pemerintah, yang pernamen lah,” ungkap seorang guru di SDN 26 Simpangteritip saat ditemui Bangka Pos Group, Rabu (13/1).
Sejak dibangun, dinding sekolah ini hanya terbuat dari susunan bilahan bambu yang berlubang. Lantainya tak kalah mengenaskan karena hanya dari tanah.
Sementara atap bangunannya terbuat dari seng yang bila musim panas membuat para murid dan guru di dalamnya berkeringat.
Ketika musim hujan pun, para murid juga merasa tidak nyaman karena terpaan hujan yang disertai angin, kadang masuk ke dalam ruang kelas. Apalagi dinding kelas yang terbuat dari bilahan bambu tersebut, hanya menutup setengah dari ukuran tinggi plafon. Bagian atas dinding dibiarkan terbuka. Meubelair di ruang kelas yang ada, juga terkesan apa adanya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, sekitar tahun 2008 lalu menargetkan tidak ada lagi sekolah yang tidak diperbaiki atau dibenahi, menyusul banyaknya sekolah yang ada sebelumnya waktu itu kondisinya rusak dan perlu pembenahan secara fisik.
Camat Simpangteritip Sumardi saat dikonfirmasi mengakui kondisi fisik SD filial tersebut memprihatinkan.
“Bangunan sekolah itu hasil swadaya masyarakat dan bersifat darurat, untuk sementara, cuma menunggu bangunan permanen dari pemerintah. Kemarin kita sudah cek ke sana, kondisinya memang memprihatinkan sekali. Kasihan dengan anak-anak, terutama saat mengikuti jam belajar. Lantainya memang masih berupa tanah,” kata Sumardi di tempat kerjanya.
Sumardi menambahkan, pembangunan gedung baru SD filial Rimba Kendung yang terdiri dari bangunan sekolah dan WC, menggunakan dana alokasi khusus (DAK).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Pemkab Bangka Barat Zuhdi Hasan juga mengakui hal serupa. Sampai sekarang, kegiatan belajar belajar murid masih berlangsung di bangunan tersebut. Namun katanya, pembangunan SD filial sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu.
“Rencana awal sebenarnya tahun lalu kita siap membangun sekolah di sana, tapi kondisi jalan belum memungkinkan untuk dilalui kendaraan pengangkut material. Karena gedungnya baru dibangun, ya aktivitas belajarnya masih dirumah yang itu,” kata Zuhdi ditemui di kantornya di Muntok.
Zuhdi menambahkan, pembangunan ruang kelas untuk SD filial di Dusun Rimba Kendung Desa Peradong, tidak merobohkan bangunan lama, tetapi di sekitar sekolah lama yang kondisinya memprihatinkan.
Kades Peradong Runi Pardi mengatakan, proses pelaksanaan pembangunan SD filial di Dusun Rimba Kendung sudah dimulai dengan pemasangan pondasi.
“Muridnya memang tidak banyak, tapi kalau di sana tidak ada sekolah kan kasihan anak-anak. Kalau sekolah ke SDN di Peradong kan agak jauh. SD filial yang sekarang kondisinya memprihatinkan, itu awalnya dibangun sekitar tahun 2008,” kata Runi saat dihubungi ponselnya, Rabu (13/1).
Runi menambahkan akses jalan menuju ke SD filial dan Dusun Rimba Kendung panjangnya sekitar lima kilometer. Saat ini sebagian jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, kendati di beberapa bagian ada yang rusak dan masih dalam masa pembangunan terutama untuk pembangunan gorong-gorong.
Narkoba Mudah Masuk Babel
PANGKALPINANG,- Selain menjadi target pasar narkoba, Bangka Belitung ternyata juga dijadikan oleh para mafia narkoba internasional maupun antarpulau untuk tempat transit sebelum barang haram itu dikirim ke daerah lain terutama Jakarta. Lemahnya pengawasan di pintu-pintu masuk ke daerah kepulauan ini dimanfaatkan para penjahat untuk menyelundupkan narkoba ke dan melalui Babel. Bahkan Bandara Depati Amir pun bisa mereka tembus karena pelaratan X-Ray ternyata tak bisa mendeteksi narkoba. Alat tersebut hanya bisa mendeteksi barang-barang berbahaya bagi keselamatan penerbangan, seperti senjata tajam dan alat metal lainnya. “Kalau untuk mendeteksi handuk yang direndam dalam cairan bahan baku shabu-shabu maupun heroin, itu tidak terdeteksi. Namun yang bisa mendeteksi itu adalah hewan anjing,” ungkap General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Depat Amir Bangka T Said Ridwan, Senin (22/2). Mestinya, ujar Said, bila sudah ada indikasi Babel sebagai tempat transit narkoba, maka dari kepolisian hendaknya menyiapkan hewan yang dapat melacak berbagai jenis narkoba. “Seperti yang dilakukan di Medan, kepolisian khusus narkoba ada anjing khusus untuk mendeteksi narkoba yang ditempatkan di bandara di sana. Bila barang maupun paket yang masuk bagasi akan melalui X-ray, dan hewan tersebut akan menggonggong bila dari barang yang lewat X-ray ada narkobanya,” kata Said. Dengan tidak ada alat khusus untuk mendeteksi narkoba, Said tidak menampik kemungkinan narkoba bisa lolos melalui Bandara Depati Amir. Apalagi pengiriman bahan shabu-shabu dalam handuk yang sudah dikeringkan seperti diungkap Polrestro Jakarta Barat, Kamis (18/2) pekan lalu, maka tidak akan nampak dan tidak bisa tertangkap oleh rekaman alat X-Ray yang ada di bandara. Meski begitu, kata Said, security di bandara juga harus memiliki feeling yang kuat, jika melihat benda mencurigakan, misalnya berbentuk bubuk dalam bagasi penumpang atau barang paket, segera memeriksanya. Laut Lebih Rawan Selain lewat udara, pengiriman narkoba melalui pelayaran laut. Bahkan untuk jalur yang satu ini lebih rawan. Hal itu diungkapkan Ketua Badan Narkoba Provinsi (BNP) Babel Syamsuddin Basari yang juga wakil gubernur Babel. “Yang paling berpotensi dan banyak masuk narkoba itu bisa dari laut karena itu tidak terpantau sama sekali, kendatipun ada juga yang bisa masuk melalui pengiriman udara,” kata Syamsuddin , Senin (22/2). Apalagi kata Syamsuddin, bila masuk melalui pelabuhan besar seperti di Pangkalbalam, Sungaiselan, Belinyu dan Sadai yang pengamanannya kadang-kadang tidak begitu ketat. BNP kewalahan dan tidak akan sanggup menangani masalah narkoba di Babel, karena BNP tidak memiliki kewenangan untuk menangkap pelaku narkoba. Karena itu Syamsuddin mengimbau kepada pemerintah agar ada undang-undang baru yang membuat BNP dan BNK diberi kewenangan yang lebih luas, misalnya tindakan penangkapan. “Harus ada UU khusus, agar BNP berhak menangkap, menyelidik, menyidik. Kalau kita (BNP maupun BNK, red) saat hendak melakukan penangkapan dan mungkin saat diancam oleh mereka (para sindikat narkoba, red) sudah keder lebih dahulu,” katanya. Syamsuddin mengakui jaringan narkoba di Babel cukup kuat. Mereka merupakan satu sindikat terorganisir dan mengetahui strategi. “Kami Pemerintah Provinsi selalu mengimbau kepada masyarakat harus kehati-hatian karena sasaran jaringan narkoba merupakan usia yang masih labil anak-anak sekolah, mahasiswa dan orang dewasa yang memiliki jalan pintas,” katanya. Bagaimana dengan adanya slogan Provinsi Kepulauan Babel Bebas Narkoba Tahun 2015, menurut Syamsuddin itu merupakan keinginan sekaligus target Pemprov Babel. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Kepulauan Babel AKBP Djoko Purnomo juga mengatakan bahwa narkoba lebih mudah masuk ke Babel melalui jalur laut dan pelabuhan yang tidak resmi. Untuk mengantisipasi hal itu, Djoko meminta masyarakat melapor ke aparat keamanan bila menemukan aktivitas yang mencurigakan di kapal yang sedang sandar. Mengenai pengiriman paket melalui jasa pos, Djoko mengatakan ada sebagian paket tersebut dibuka oleh petugas untuk melihat isi barang di dalamnya. Ini untuk mengantisipasi kasus pengiriman paket shabu-shabu dalam kemasan permen yang diungkap Polres Bangka di kantor Pos Sungailiat, Kamis (18/2) lalu. “Tapi tidaku semua perusahaan jasa pengiriman yang peduli untuk membongkar barang yang akan dikirim,” ujar Djoko yang meminta perusahaan pengiriman termasuk ekspedisi agar lebih ketat lagi dengan mengecek barang yang akan dikirim. “Polisi tidak akan tahu kalau tidak diinformasikan bahwa barang yang dipaketkan itu berupa narkoba. Kalau kita mengorek dari pelaku, itu akan terputus, dan pelaku tidak akan mengaku,” tandas Djoko.
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
-
Terkini
- NARKOBA DENGAN MUDAH MASUK BABEL
- HUTAN LIMBUNG HANCUR
- Kawasan Hutan di Bangka Tengah Terancam Habis
- BAKAL JADI AGENDA TETAP RIBUAN WARGA PESTA DURIAN
- AKHIRNYA MEMPUNYAI STASIUN PENGINDERAAN JARAK JAUH UNTUK MENGAMANKAN LAUT KITA TERCINTA
- DANA HIBAH DAN BUMD JADI SOROTAN DEMO HARI INI
- Pertambangan Sumbang Rp 60,2 M. Apa pendapat anda?
- POTRET DUNIA PENDIDIKAN YANG TIDAK MERATA
- Narkoba Mudah Masuk Babel
- Hello world!
-
Tautan
-
Arsip
- Februari 2010 (3)
- Januari 2010 (7)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS